Semuabermula saat mereka menemukan serangkaian kawah aktif. Serangkaian kawah itu diduga kuat ada di dekat Segitiga Bermuda yakni lepas pantai Norwegia. Bukan hanya ilmuwan, ternyata misteri segitiga bermuda menurut Al Quran pun juga ada. Berikut penjelasannya: 1. Dijelaskan dalam surah Ar-Rahman ayat 20-21 Katakanlah kata-kata masih di awang-awang kelabu, naga 9. Bagi yang ga tahu emang kelabu tapi dalam realita politik, mereka cukong abadi. Diabadikan oleh sistem politik yang kita sepakati,” terang Eros. Karena itu kata Eros, masyarakat Indonesia jangan bermimpi menjadi tuan besar di rumahnya sendiri jika sistemnya masih seperti ini. MasaHidup Nabi Idris. Beberapa sejarawan ada yang mengidentifikasikan Nabi Idris, sebagai Akhnukh (Enoch), yang menurut mereka diperkirakan masa kehidupannya, pada sekitar tahun 4.500 SM. Selain itu ada juga yang memperkirakan masa hidup beliau, pada sekitar tahun 4.350 SM – 4.250 SM. BACA: Legenda Gunung Selasih. 4 Mendapat derajat atau kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT. Rasulullah bersabda: "Orang yang membaca Alquran dengan mahir akan bersama-sama malaikat yang mulia lagi taat" (HR Bukhari dan Muslim). 5. Membaca Al Quran akan mendapat sebaik-baik anugrah dari Allah SWT. Rasulullah bersabda dalam hadis qudsi, Allah berfirman: Nah bila kamu salah seorang yang sedang berusaha mengkhatamkan Al-Qur'an, mari simak tata cara dan doa yang patut dibaca usai khatam Al-Qur'an berikut ini. Yuk, simak! 1. Waktu terbaik khatam Al-Qur'an. Waktu untuk melakukan khatam A-Qur'an dan pelaksanaannya dibagi menjadi dua. Pertama, khatam secara individu (sendiri) disunahkan untuk eh1l2. Al-Qur’an adalah kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, sebagai pedoman dan ajaran untuk seluruh umat manusia. Salah satu ajaran yang terkandung dalam Al-Qur’an adalah sejarah masa lalu. Setiap sejarah yang diabadikan dalam Al-Qur’an terdapat nama tempat yang menyimpan peristiwa penting sebagai bahan renungan dan penguat iman bagi generasi setelahnya. Dalam mengungkap peristiwa, adakalanya Al-Qur’an menyebut sebuah nama tempat, kota atau negara secara tegas dan adakalanya tidak menyebutnya secara tegas. Di antaranya adalah 1. Makkah Secara tegas Al-Qur’an mengabadikan kota ini dalam surat al-Fath ayat 24. وَهُوَ الَّذِي كَفَّ أَيْدِيَهُمْ عَنْكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ عَنْهُمْ بِبَطْنِ مَكَّةَ مِنْ بَعْدِ أَنْ أَظْفَرَكُمْ عَلَيْهِمْ وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا Kota ini diabadikan dalam Al-Qur’an dengan menggunakan nama Makkah dan juga menggunakan nama lain yang disematkan karena kemuliaannya. Antara lain adalah; Bakkah dan Balad al-Amin negara yang aman, Ummul Qura, al-Bait al-Atiq, dan al-Balad. Bakkah berarti padat, berkerumun dan macet. Dinamakan demikian sebab di kota ini terdapat banyak manusia yang berkerumun hingga padat ketika melakukan thawaf di Baitullah. Nama ini diabadikan dalam surat Ali Imran ayat 96. إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ 96 Al-Balad al-Amin artinya, negara yang aman, disebut demikian sebab setiap orang yang masuk ke sana akan terjamin keamanannya. Ia adalah negara yang mulia, tempat Nabi Agung Muhammad Saw, dilahirkan serta tempat umat islam melaksanakan rukun islam yang kelima, yaitu ibadah haji. Nama ini diabadikan dalam surat al-Tin ayat 3. وَهَذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ 3 Ummul Qura artinya pusat desa, disebut demikian sebab ia menjadi kiblat warga desa dan memiliki kedudukan yang tinggi di hati mereka. Dalam Al-Qur’an penyebutan nama Ummul Qura disebutkan dua kali, yaitu pada surat al-An’am ayat 92 dan al-Syura ayat 7. Al-Bait al-Atiq artinya rumah kuno. Dinamakan rumah kuno sebab ia adalah tempat pertama yang dibangun di muka bumi untuk manusia sebagai tempat ibadah kepada Allah Swt. Dalam Al-Qur’an nama ini disebut dua kali pada surat al-Haj ayat 29 dan 33. Selain itu, adakalanya Al-Qur’an menyebut kota ini secara tidak tegas namun menunjukkan pada kota ini. Di antaranya adalah al-Balad, al-Qaryah, dan al-Masjid al-Haram. 2. Madinah Kata Madinah disebutkan dalam Al-Qur’an sebanyak 14 kali, namun tidak semua kata tersebut merujuk kepada kota Madinah. Adakalanya kata tersebut berarti kota secara umum. Semula, kota Madinah bernama Yatsrib. Al-Qur’an mengabadikan nama ini dalam surat al-Ahzab ayat 13. وَإِذْ قَالَتْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ يَا أَهْلَ يَثْرِبَ لَا مُقَامَ لَكُمْ فَارْجِعُوا وَيَسْتَأْذِنُ فَرِيقٌ مِنْهُمُ النَّبِيَّ يَقُولُونَ إِنَّ بُيُوتَنَا عَوْرَةٌ وَمَا هِيَ بِعَوْرَةٍ إِنْ يُرِيدُونَ إِلَّا فِرَارًا 13 Kemudian Nabi menyebutnya dengan Madinah. Karena Madinah berarti harmoni, sebuah tempat yang dibangun oleh Nabi untuk menegakkan keharmonisan antaragama, etnis dan golongan. Di tempat ini jasad Agung Nabi Muhammad dikebumikan. Terdapat satu ayat yang secara tegas menyebut nama Madinah, yaitu pada surat al-Taubah ayat 120. مَا كَانَ لِأَهْلِ الْمَدِينَةِ وَمَنْ حَوْلَهُمْ مِنَ الْأَعْرَابِ أَنْ يَتَخَلَّفُوا عَنْ رَسُولِ اللَّهِ وَلَا يَرْغَبُوا بِأَنْفُسِهِمْ عَنْ نَفْسِهِ Terdapat pula nama tempat yang termasuk dalam wilayah Makkah atau Madinah yang diabadikan dalam Al-Qur’an, yaitu Pertama, Badar. Daerah ini terletak di antara Makkah dan Madinah, yang merupakan tempat pertemuan kaum muslimin dan musyrikin Quraisy ketika melakukan perang pada 17 Ramadhan. Jumlah kaum muslimin kala itu 313 orang sementara kaum musyrikin berjumlah seribu orang lebih, namun Allah memberikan pertolongan kepada kaum muslimin dan memenangkan peperangan ini. Nama tempat ini diabadikan dalam Al-Qur’an surat Ali Imran 123. وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ بِبَدْرٍ وَأَنْتُمْ أَذِلَّةٌ فَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ 123 Kedua, Hunain. Sebuah tempat yang berada antara Makkah dan Thaif. Sebagaimana Badar, tempat ini juga termasuk tempat perang antara kaum muslimin dan kaum musyrikin. Nama tempat ini diabadikan dalam Al-Qur’an pada surat al-Taubah 25. لَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ فِي مَوَاطِنَ كَثِيرَةٍ وَيَوْمَ حُنَيْنٍ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنْكُمْ شَيْئًا وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ الْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُمْ مُدْبِرِينَ 25 Ketiga, Arafat & Masy’ar al-Haram. Arafah adalah nama sebuah gunung yang terdapat di Makkah. Gunung ini merupakan tempat dilaksanakannya wukuf bagi orang yang melaksanakan ibadah haji. Sedangkan Masy’ar al-Haram adalah sebuah tempat yang sekarang dikenal dengan nama Muzdalifah. Dikatakan Masy’ar al-Haram karena posisinya masih dalam ruang lingkup haram. Al-Qur’an menyebut kedua tempat tersebut dalam satu petikan ayat, yaitu فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ 198 3. Misr Mesir Merupakan sebuah negara yang terdapat di Afrika. Dalam Al-Qur’an kata “Misr” disebutkan lima kali, yaitu pada surat al-Baqarah 61, Yunus 87, Yusuf 21, 99 dan al-Zukhruf 51. Kata “Misr” dalam Al-Qur’an menceritakan tentang sejarah perjalanan hidup Nabi Musa dan Nabi Yusuf. وَقَالَ ادْخُلُوا مِصْرَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ 99 Terdapat pula sebuah bukit di Mesir yang diabadikan dalam Al-Qur’an, yaitu Pertama, bukit Thur Sinai yang merupakan tempat Nabi Musa berkomunikasi dengan Tuhannya. Al-Qur’an menyebut tempat ini sebanyak dua kali, pada surat al-Mu’minun 20 dan al-Tin 2. وَشَجَرَةً تَخْرُجُ مِنْ طُورِ سَيْنَاءَ تَنْبُتُ بِالدُّهْنِ وَصِبْغٍ لِلْآكِلِينَ 20 وَطُورِ سِينِينَ 2 Kedua, Thuwa. Menurut Ibnu Abbas, Thuwa adalah nama sebuah lembah. Menurut al-Dhahhak, ia adalah lembah yang dalam dan bulat. Sedangkan menurut al-Jauhari, Thuwa adalah sebuah tempat di Syam. al-Qurthubi, Tafsir al-Qurtubi/11/175. Lembah ini adalah tempat Nabi Musa berkomunikasi dengan Tuhannya. Para peneliti berbeda pendapat; sebagian mengatakan bahwa lembah ini di Mesir, yaitu Gunung Thur Sinai, ada pula yang mengatakan bahwa lembah ini di Palestina, sesuai dengan pendapat al-Jauhari. Nama lembah ini disebutkan dua kali dalam Al-Qur’an. إِنِّي أَنَا رَبُّكَ فَاخْلَعْ نَعْلَيْكَ إِنَّكَ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى 12 إِذْ نَادَاهُ رَبُّهُ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى 16 4. Babilonia Iraq Merupakan sebuah tempat yang berada di Iraq pada zaman dahulu. Al-Qur’an menyebut tempat ini sebagai tempat turunnya dua Malaikat, Harut dan Marut. Karena di sana terdapat banyak manusia yang memiliki ilmu sihir. Kedua Malaikat ini diturunkan bukan dalam rangka mengajarkan ilmu sihir, namun untuk menyingkap hakikat ilmu sihir kepada manusia agar dijauhi, sehingga mereka terhindar dari tipu daya ilmu yang menyesatkan ini. Sebab jika mereka tidak mengetahui keburukan ilmu ini, maka mereka akan terjerumus pada kesesatan yang nyata. Nama tempat ini diabadikan dalam Al-Qur’an pada surat al-Baqarah ayat 102. وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ 5. Palestina Pada zaman dahulu, Palestina termasuk negara Syam yang mencakup Palestina, Suriah, Lebanon dan Yordania. Dalam Al-Qur’an negara ini tidak disebutkan secara tegas, namun dengan menggunakan dua nama; Masjid al-Aqsa dan al-Ardh al-Muqaddasah. Al-Qur’an mengabadikan negara ini dalam surat al-Isra’ ayat 1 dan al-Maidah ayat 21. Masjid al-Aqsa; سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ 1 Al-Ardh al-Muqaddasah; يَا قَوْمِ ادْخُلُوا الْأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِي كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوا عَلَى أَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ 21 6. Yaman Al-Ahqaf Sebagaimana Palestina, Yaman juga tidak disebutkan secara tegas, Al-Qur’an hanya menyebutkan gurun pasir yang berada di negara Yaman. Tempat tinggal kaum Hud bin Abdullah bin Rabah. Bukit ini menjadi nama surat dalam Al-Qur’an Al-Ahqaf dan disebutkan satu kali pada ayat 21. وَاذْكُرْ أَخَا عَادٍ إِذْ أَنْذَرَ قَوْمَهُ بِالْأَحْقَافِ وَقَدْ خَلَتِ النُّذُرُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّهَ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ 21 Terdapat pula sebuah wilayah di negara Yaman yang diabadikan dalam Al-Qur’an dan dijadikan nama surat, yaitu kota Saba’. Al-Qur’an menyebut wilayah ini sebanyak dua kali, pada surat al-Naml, 22 dan Saba’ 15. فَمَكَثَ غَيْرَ بَعِيدٍ فَقَالَ أَحَطْتُ بِمَا لَمْ تُحِطْ بِهِ وَجِئْتُكَ مِنْ سَبَإٍ بِنَبَإٍ يَقِينٍ 22 لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ 15 Pada masa Nabi Sulaiman, Saba’ merupakan wilayah pemerintahan Ratu Balqis. Wilayah ini merupakan tempat yang subur, memiliki perkebunan luas yang ditumbuhi buah-buahan yang beraneka ragam. Pada mulanya, Saba’ merupakan nama raja pertama di Yaman, yaitu Saba’ bin Yasyjab bin Ya’rib bin Qahthan bin Hud. Nama ini kemudian diabadikan menjadi sebuah nama Kabilah sekaligus nama wilayah. Pada masa sekarang, Saba’ menjadi bagian dari negara Yaman. Ustadz Moh. Fathurrozi, Pengurus Jam’iyatul Qurra’ wal Huffadz NU Surabaya; Pembina Tahfidz Al-Qur’an Pondok Pesantren Darussalam Keputih Terdapat fakta-fakta angka dalam Alquran yang pada dasarnya bukanlah kebetulan semata. Banyak karya yang mencoba menungkap fakta angka-angka seputar Alquran. Di antaranya soal fakta khalifah Usman bin Affan dan sahabatnya hanya membuat lima mushaf Alquran, tidak lebih. Mengapa hanya lima mushaf? Iskandar AG Soemabrata dalam buku Pesan-pesan Numerik Alquran terbitan Penerbit Republika mempunyai alasan tersendiri. Menurut dia, bilangan lima diambil karena Rasulullah menerima wahyu pertama berupa lima ayat di Hua Hira. Alasan kedua, karena ada lima surat tertentu dalam Alquran yang penjumlahan nomor surat dan jumlah ayatnya akan menghasilkan jumlah 114, atau jumlah dari seluruh surat dalam Alquran. Kelima surat itu adalah Al Hijr, Az Zumaar, Al Ma'arij, Al Ghaasyiyah, dan Al Maa'uun. Berdasar riset yang dilakukannya sejak 1983, sangat banyak ditemui pesan-pesan numerik dalam Alquran. Hal ini tidak mengherankannya, karena dalam Alquran surat Al Qomar 54 ayat 49 Allah sendiri berfirman إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran." Angka-angka, kata dia, adalah sombolisasi dari ukuran itu. "Artinya, Alquran memang mengajarkan pada kita untuk selalu belajar dan berkembang," ujarnya sebagimana dikutip dari dokumentasi Harian Republika. Ia lalu menyebut surat Al Kahfi 18 ayat 25. وَلَبِثُوا فِي كَهْفِهِمْ ثَلَاثَ مِائَةٍ سِنِينَ وَازْدَادُوا تِسْعًا "Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun lagi." "Mengapa tidak disebut mereka tinggal dalam gua selama 309 tahun? Artinya Allah mengajarkan kita untuk berhitung," ujarnya. Pakar tafsir Prof DR Nasaruddin Umar juga mengungkapkan, Alquran memiliki kehebatan yang amat luar biasa terutama dalam rumus-rumus angka yang sangat ketat. Nasaruddin mengutip pernyataan Roger Berque, pakar Islam asal Prancis. Dalam bukunya De La Qoran, Roger Berque menyatakan kalau Alquran ditulis 15 baris perhalaman, maka komposisinya akan sama secara simetris. Kalau di pojok kanan atas tertulis kata Allah, maka di pojok kiri bawah akan tertulis pula kata Allah. "Begitu sebaliknya, jika di tengah-tengah halaman itu tertulis sebuah huruf, maka akan muncul huruf yang sama di tengah-tengah halaman selanjutnya," ujarnya. Nazarudin juga mengutip pernyataan DR Rashad Khalifa, pakar Islam warga Amerika Serikat keturunan Mesir, kehebatan Alquran bisa dilihat dari angka 19. Ia kemudian menulis rumus 19 yang dapat membagi semua huruf yang ada di Alquran. Angka 19 ini, kata Nasaruddin, bisa dilihat dalam surat Al Muddatsir ayat 30 yang terdapat ayat yang berbunyi عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ "Dan di atasnya ada sembilan belas malaikat penjaga." alaiha tis-'ata asyar artinya di atasnya ada 19. "Menurut Khalifa, semua hurup Alquran itu bisa dibagi 19. Kata alif lam mim sebagai awal surat Al Baqarah bisa dibagi 19. Begitu juga jumlah huruf alim, lam, dan mim yang ada pada surat Al Baqarah jika dijumlahkan maka bisa dibagi 19. Ini benar-benar mukjizat Alquran,'' tandas Prof Nasaruddin. Apa di balik pesan-pesan numerik Alquran itu? Menurut Iskandar, semua itu membuktikan bahwa Alquran bukan karangan Muhammad SAW. Alquran adalah penuh mukjizat dan merupakan wahyu dari Yang Mahakuasa. Selain itu, Alquran juga mengajarkan umat Muhammad untuk terus berpikir, karena Alquran sendiri sarat dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia menyitir Alquran surat Luqman ayat 27 وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِنْ بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَا نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ "Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut menjadi tinta, ditambahkan kepadanya tujuh laut lagi sesudah keringnya, niscaya tidak akan habis-habisnya dituliskan kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." "Ayat itu adalah tantangan, kita dituntut untuk terus mengungkapkan kebesaran Alquran," ujarnya. Di sisi lain, kita akan menjadi semakin tuntuk dan dekat dengan Allah, pencipta alam raya ini. sumber Harian Republika VIVA – Nama-nama surga tercantum dalam Alquran. Selain mencantumkan nama-nama surga, dalam Alquran juga menggambarkan surga, hingga sifat-sifat penghuni surga. Menurut teologi Muslim, surga adalah tempat kembalinya manusia, dipenuhi dengan kegembiraan orang-orang beriman, dan digambarkan memiliki beberapa tingkatan dan nama. Pandangan yang berlaku di masyarakat adalah bahwa surga dibagi menjadi tujuh atau delapan lapisan, begitu juga neraka. Namun sebenarnya nama-nama surga dalam Alquran tidak terbatas pada tujuh tingkatan tersebut. Dalam surat Az-Zumar ayat 73, Allah SWT. telah berfirman mengenai surga yang telah dijanjikan tersebut. “Wa siiqallaziinattaqau rabbahum ilal-jannati zumaraa, attaa izaa jaa`haa wa futiat abwaabuhaa wa qaala lahum khazanatuhaa salaamun alaikum tibtum fadkhuluhaa khaalidiin”.Artinya “Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan pula. Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya Kesejahteraan dilimpahkan atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya.” Az-Zumar 73.Surga Surga. Surga merupakan sebuah nama yang telah dikenal oleh setiap manusia, baik muslim maupun kafir sebagai tempat yang penuh dengan kenikmatan. Melansir dari surga berarti kebun yang di dalamnya terdapat banyak pohon dan kurma. Sebagian ulama bahasa mengatakan, “Tidaklah disebut jannah/surga dalam bahasa arab kecuali di dalamnya terdapat pohon kurma dan anggur.” Sebagian yang lain mengatakan, disebut surga/jannah karena lebatnya pohon yang ada di dalamnya dan ranting / dahannya memberikan naungan bagi yang berada di Taala berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik akan masuk ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Rabb mereka ialah surga Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah balasan bagi orang yang takut kepada Rabbnya." QS. Al-Bayyinah 6-8.Surga berarti kebun yang di dalamnya terdapat banyak pohon dan kurma. Sebagian ulama bahasa mengatakan, "Tidaklah disebut jannah/surga dalam bahasa arab kecuali di dalamnya terdapat pohon kurma dan anggur." Sebagian yang lain mengatakan, disebut surga/jannah karena lebatnya pohon yang ada di dalamnya dan ranting / dahannya memberikan naungan bagi yang berada di bukunya Darajat al-Jannah bi al-Tartib, Hanan Ubaidillah menyebutkan bahwa surga adalah tempat tinggal para pemenang, orang-orang yang beriman, berbuat kebaikan dan selalu menjauhi dosa. Orang-orang ini menemukan kebahagiaan abadi, kepuasan dan istirahat di surga. Tidak ada kesedihan, kelelahan dan rasa sakit di nama dan pangkat, surga memiliki beberapa pintu, tepatnya delapan pintu. Empat gerbang pertama adalah gerbang sholat, gerbang perang suci, gerbang sedekah, gerbang rayan atau gerbang puasa. Sedangkan empat gerbang ulama lainnya berbeda, yaitu gerbang penekan amarah, gerbang kepuasan, gerbang utama, gerbang pengakuan, gerbang bakti, gerbang haji, gerbang ingatan dan gerbang praktik. Gerbang Ilmu Fathul Bari [7] 34Pandangan ini didasarkan pada hadis nabi Muhammad saw yang berbunyi, “Siapa yang bersedekah sedikit saja untuk dua kendaraan di jalan Allah, maka dia akan dipanggil dari pintu-pintu surga wahai hamba Allah ini adalah hasil kebaikanmu! Jika ia ahli shalat, maka akan dipanggil dari pintu shalat, jika ia ahli jihad maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia ahli sedekah maka akan dipanggil dari pintu sedekah, jika ia ahli puasa maka akan dipanggil dari pintu puasa atau pintu ar-Rayyan.” HR. Bukhari Muslim dari perbedaan pandangan ulama berkenaan nama pintu surga, dari hadis di atas dapat dipahami bahwa manusia dapat memasuki surga dari berbagai pintu yang sesuai dengannya. Mereka yang gemar melaksanakan sholat bisa masuk lewat pintu sholat, mereka yang gemar berpuasa bisa masuk lewat pintu puasa dan sebagainya. Artinya, setiap kebaikan bisa saja membawa seseorang dapat masuk ke dalam Surga Ilustrasi surga. 1. DarussalamAllah Ta’ala berfirman,“Bagi mereka disediakan Darussalam surga pada sisi Rabbnya dan Dialah Pelindung mereka disebabkan amal-amal shalih yang selalu mereka kerjakan.” QS. Al-An’am 127.Sebagian ulama mengatakan, “Disebut darussalam karena surga adalah tempat yang terbebas dari hal yang kotor, hal yang membahayakan dan hal yang tidak disukai”. Pendapat yang lain mengatakan artinya Darullah, karena As-Salam adalah salah satu nama Jannatul KhuldAllah Ta’ala berfirman,“Katakanlah Muhammad, “Apakah adzab seperti itu yang baik, atau surga yang kekal yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa sebagai balasan, dan tempat kembali bagi mereka?” QS. Al-Furqan 15. Disebut dengan nama ini karena penduduk surga itu kekal berada di dalam surga, tidak berpindah posisi ke tempat yang lain, dan tidak mencari cari tempat lain selain Jannatul Ma’waAllah Ta’ala berfirman, “yaitu di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal.” QS. An-Najm 14-154. Darul MuqamahAllah Ta’ala berfirman, “Dan mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami. Sungguh, Rabb kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. Yang dengan karunia-Nya menempatkan kami dalam tempat yang kekal surga; di dalamnya kami tidak merasa lelah dan tidak pula merasa lesu”. QS. Fathir 34-355. Jannatu AdnAllah Ta’ala berfirman, “Dan ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah kemenangan yang agung.” QS. Ash-Shaff 12.6. Maq’adu ShidqAllah Ta’ala berfirman, “Sungguh, orang-orang yang bertakwa berada dalam taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.” QS. Al-Qamar 54-55.7. Qadama ShidqAllah Ta’ala berfirman, “Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakanlah orang-orang yang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Rabb kalian.” QS. Yunus 2.8. Al-Maqamul AminAllah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam tempat yang aman.” QS. Ad-Dukhan 51.9. Jannatun Na’imAllah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih, mereka akan mendapat surga-surga yang penuh kenikmatan.” QS. Luqman 8.Firdaus Termasuk dari Nama-nama Surga? Ilustrasi surga Firdaus. Firdaus merupakan salah satu bagian dari surga yang letaknya paling mulia dan yang paling tinggi. Allah Ta’ala berfirman, “Sungguh, orang yang beriman dan beramal shalih, untuk mereka disediakan surga Firdaus sebagai tempat tinggal.” QS. Al-Kahfi 107.Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata kepada Ummu Haritsah, “Wahai Ummu Haritsah, sesungguhnya di sana terdapat banyak Surga dan sungguh anakmu telah mendapat Firdaus Surga yang paling tinggi.” HR. Al-Bukhari No. 3982.Sebab – Sebab Orang Masuk Surga Ilustrasi calon penghuni surga. Melansir dari quora, terdapat empat hal yang membuat manusia masuk ke dalam surga diantaranya sebagai berikut Memberi makan orang yang sedang menjalankan puasa kepada orang miskin atau yang tidak mampu. Orang yang menjalankan puasa Ramadhan dengan melakukan sholat wajib atau yang suka Membaca Quran baik selama bulan Ramadhan atau bulan-bulan biasa Orang yang bisa melindungi kata-kata mereka dari kata-kata kotor dan jahat yang menyakiti orang lain. Demikianlah penjelasan tentang pengertian surga, nama-nama surga yang terdapat di dalam Alquran, hingga sebab-sebab orang masuk surga. Semoga artikel ini bermanfaat. Allah merupakan sebaik-baik pencipta. Allah menciptakan bumi dengan segala isinya. Alam dan makhluk hidup di dalamnya saling bersinergi satu sama lain. Begitu banyak spesies yang Allah ciptakan hingga tak semuanya dapat kita meski beberapa sudah dituangkan dalam firman-Nya, tetap saja butuh penelitian bertahun-tahun lamanya untuk membuktikan kebenaran firman Allah subhanahu wa ta’ala berikut ini. وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَثَّ فِيهِمَا مِنْ دَابَّةٍ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ جَمْعِهِمْ إِذَا يَشَاءُ قَدِيرٌ“Diantara tanda-tanda-Nya ialah Dia menciptakan langit dan bumi, dan makhluk-makhluk yang melata yang disebarkan pada keduanya langit dan bumi dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendakiNya.” QS. Asy-syura 29Salah satu yang mungkin tidak biasa ialah makhluk yang dikenal dengan sebutan Naga. Jika di serial televisi, Naga sering kali dimunculkan sebagai tokoh kartun, serial anak-anak atau sekadar hiburan dalam film. Namun, tahukah Anda jika Naga ini benar-benar ada? Ataukah hanya sebatas dongeng belaka?Mari simak ulasannya berikut pandangan Islam, Naga memiliki sejarahnya tersendiri. Inilah yang mesti dipahami oleh umat Islam. Seperti yang tertuang dalam QS. Asy-syura ayat 29 bahwa Allah menciptakan hewan melata. Seperti ular, kadal dan sebagainya. Pastinya jenis hewan melata itu cukup luas dan tidak seluruhnya dapat diketahui oleh dalam serial televisi digambarkan sebagai hewan mirip ular yang memiliki kaki atau sayap dan mampu menyemburkan api dan terbang. Sosok Naga dalam bentuk animasi sering kali dimunculkan dan membuatnya terlihat seperti nyata. Hal ini pun semakin diperkuat dengan penemuan fosil purbakala yang bentuknya mirip Naga oleh beberapa tidak diuraikan secara jelas tentang Naga di dalam Al Quran. Namun, segala makhluk yang ada di dunia ini diciptakan oleh Allah dengan maksud dan tujuan itu, menurut mitos yang berkembang di masyarakat, Naga justru erat kaitannya dengan cerita rakyat yang berbau mistis. Bahkan tiap daerah mungkin memiliki kisah Naga yang subhanahu wa ta’ala فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka””. Ali Imran [3] 190-191.Yang jelas apapun itu, jangan sampai membuat keimanan terhadap Allah subhanahu wa ta’ala kita berkurang. Jadikan hal-hal yang tak biasa dan menakjubkan yang kita ketahui sebagai alasan untuk terus memuji kebesaran-Nya, sehingga dapat menaikkan tingkatan iman dalam Islam terhadap diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita. sejarah Naga dalam Islam yang dapat kami ulas untuk Anda. Semoga mampu memberikan manfaat pengetahuan untuk pembaca sekalian. Mari tetap istiqomah dalam meraih a’lam. SEMAKIN mendekati ajang pilkada, isu di media sosial kembali memanas. Bukan kali pertama kicauan tentang konglomerat taipan “Sembilan Naga” mencuat ke permukaan. Disebut-sebut bahwa mereka ialah para taipan berjumlah sembilan orang yang memegang kendali bisnis besar di Indonesia dan sangat berambisi untuk lebih leluasa lagi menguasai perekonomian melalui jalur politik kini beredar kutipan ayat Alquran surah An Naml ayat 48-53 yang dikaitkan dengan mereka, “Sembilan Naga Taipan” di Indonesia.“Dan adalah di kota itu sembilan orang laki-laki yang berbuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan.” QS. An Naml 48 “Dan merekapun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar pula, sedang mereka tidak menyadari.” QS. An Naml 50 “Maka perhatikanlah betapa sesungguhnya akibat makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya.” QS. An Naml 51 “Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kezaliman mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi kaum yang mengetahui.” QS. An Naml 52 “Dan telah Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka itu selalu bertakwa.” QS. An Naml 53Sepintas tentu para pembaca mengaminkan bahwa sembilan orang laki-laki itu sesuai dengan isu “Sembilan Naga”, ditambah lagi dengan isu rencana makar yang akan mereka lakukan. Dan kita menjadi yakin bahwa makar mereka akan Allah kalahkan dengan menghancurkan mereka. Di akhir ayat pun kita bersyukur bahwa Allah berjanji senantiasa menyelamatkan orang-orang yang beriman dan bertakwa sembari berdoa bahwa kita termasuk golongan yang disebutkan tanpa pikir panjang apalagi merujuk pada tafsir Alquran, kita pun berbondong-bondong membagikan tautan tulisan tersebut ke sosial media yang kita miliki. Benarkah hal ini dapat diterima dan bersesuaian dengan tafsir ayat tersebut? Berdasarkan tafsir Ibnu Katsir, ayat ini ternyata memiliki latar belakang khusus dan nama tempat atau kaum yang dijadikan sebagai subjek bahasan. Bahkan jika diperhatikan kembali secara saksama, ayat ke 49 dari Surah An-Naml tersebut tidak dicantumkan, seolah sengaja dilampaui untuk mendukung asumsi tersebut. Mengapa? Berikut penjelasannyaWa kaana fil madiinati “Dan adalah di kota itu” yaitu kota Tsamud; tasatu raHthin “sembilan orang laki-laki” yaitu sembilan golongan. Yufsiduuna fil ardli wa laa tushlihuun “yang membuat kerusakan di muka bumi dan mereka tidak membuat kebaikan.” mereka mendominasi urusan Tsamud karena mereka adalah pembesar dan pemimpin berkata dari Ibnu Abbas “Mereka adalah orang-orang yang membunuh unta, yaitu sesuatu yang muncul dari pendapat dan dari hasil musyawarah mereka, semoga Allah memburukkan dan melaknat mereka.”Abdurrazzaq berkata, Mamar bin Rabiah ash-Shanani bercerita kepada kami, aku mendengar Atha bin Abi Rabah berkata Wa kaana fil madiinati tasatu raHthiy Yufsiduuna fil ardli wa laa tushlihuun “Dan adalah di kota itu sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi dan mereka tidak membuat kebaikan.” mereka meminjamkan beberapa dirham, dimana mereka mengambil hal tersebut darinya seakan-akan mereka bertransaksi beberapa jumlah seperti yang dilakukan oleh bangsa Arab.”Imam Malik berkata dari Yahya bin Said, bahwa Said bin al-Musayyab berkata “Memotong emas dan perak merupakan perbuatan merusak di muka bumi.” Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan lain-lain dijelaskan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang memecahkan alat transaksi kaum Muslimin yang berlaku di kalangan mereka kecuali karena alasan. Tujuannya, bahwa di antara sifat-sifat orang kafir yang fasik adalah berbuat kerusakan di muka bumi dengan berbagai sarana yang mereka kuasai, di antaranya adalah apa yang disebutkan oleh imam-imam tersebut dan para imam Allah yang tidak dicantumkan sebelumnya QS An-Naml 49 berbunyi qaaluu taqaasamuu billaaHi lanubayyitannaHuu wa aHlaHuu “Mereka berkata Bersumpahlah kamu dengan nama Allah, bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya di malam hari.” yakni kalian saling bersumpah dan berbaiat untuk membunuh Nabiyyullah, Shalih alaihissalam, dengan mendatanginya di waktu malam secara tiba-tiba. Hampir-hampir Allah mendekatkan mereka dan menjadikan lingkaran bagi berkata “Mereka saling berbagi dan saling bersumpah untuk menghancurkannya. Sehingga mereka tidak mampu menjangkaunya, melainkan mereka dan kaum mereka seluruhnya binasa.” Qatadah berkata “Mereka telah saling percaya untuk menculiknya di waktu malam, lalu membunuhnyal. Diceritakan kepada kami bahwa di saat mereka mengepung Shalih untuk membunuhnya, tiba-tiba Allah mengutus sebuah batu besar kepada mereka sehingga menghancur luluhkan mereka.”Al-Aufi berkata dari Ibnu Abbas “Mereka adalah orang-orang yang membunuh unta.” Mereka berkata “Ketika mereka membunuh unta itu agar memberi kejelasan tentang Shalih dan keluarganya, maka kami bunuh mereka.” kemudian, kami katakan kepada pengikut Shalih “Kami tidak menyaksikan peristwa itu sedikitpun dan tidak tahu-menahu sama sekali. Maka Allah membinasakan mereka seluruhnya.”Abdurrahman bin Abi Hatim berkata “Ketika mereka membunuh unta itu, Shalih berkata kepada mereka tamattauu fii daarikum tsalaatsata ayyaamin dzaalika wadun ghairu makdzuub “Bersukarialah kalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.” Huud 65 mereka berkata “Shalih mengira bahwa ia dapat lepas dari kita selama tiga hari, padahal kita akan menangkapnya sebelum tiga hari. Shalih memiliki sebuah masjid pada sebuah batu di sisi lembah, dimana ia salat di dalamnya.”Mereka lalu keluar menuju gua di waktu malam, mereka berkata “Apabila ia datang untuk salat, kita akan membunuhnya. Kemudian kita kembali jika kita sudah menyelesaikannya, lalu kita membinasakan keluarganya.” Akan tetapi Allah mengutus batu besar yang amat keras kepada mereka. Mereka amat takut batu tersebut akan melahap mereka sehingga mereka lari tunggang langgang. Akan tetapi batu itu menggilas mereka di saat mereka berada di dalam gua, hingga kaum mereka tidak mengetahui di mana mereka berada. Mereka pun tidak tahu apa yang terjadi pada kaum mereka. Allah mengazab mereka di sini dan mengazab kaumnya di Allah menyelamatkan Shalih dan orang yang bersamanya. Kemudian membaca wa makaruu makraw wa makarnaa makraw wa Hum laa yasyuruun. Fandhur kaifa kaana aaqibatu makriHim annaa dammarnaaHum wa qaumaHum ajmaiin. Fa tilka buyuutuHum khaawiyatan “Dan merekapun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar pula, sedang mereka tidak menyadari. Maka perhatikanlah betapa sesungguhnya akibat makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya. Maka Itulah rumah-rumah mereka dalam Keadaan runtuh.” yaitu kosong, tidak ada satu orang penghuni dhalamuu inna fii dzaalika la aayatal liqaumiy yalamuun. Wa anjainal ladziina aamanuu wa kaanuu yattaquun “disebabkan kezaliman mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi kaum yang mengetahui. Dan telah Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka itu selalu bertakwa.”Kiranya itulah penjelasan yang dapat kami himpun berdasarkan tafsir Ibnu Katsir. Semoga kita mampu mengambil hikmah dari ayat tersebut sekaligus menjadikan pelajaran bahwa tiap ayat Alquran memiliki haqnya masing-masing. Maka para ahli tafsir dengan keilmuannya yang jauh lebih berhak dalam hal tersebut. “Barang siapa yang menafsirkan alquran menurut pendapatnya sendiri, hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya dari api neraka.” HR. Muslim. Allah juga berfirman “Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.” QS Al-Isra 36Sebagai penutup, mari kita doakan semoga bangsa ini baik pemimpin maupun rakyatnya senantiasa diselamatkan oleh Allah dan diberikan petunjuk dalam menghadapi berbagai fitnah akhir zaman. Amin Allahumma Amin. Wallahu a’lam. []DOS/

9 naga ada di alquran