objekkajian menjelaskan sekumpulan ekosistem yang melingkupi suatu wilayah luas, bagian bumi memiliki jumlah makhluk hidup dan makhluk tak hidup dalam takaran yang berbeda, ciri-ciri dan macam-macam bioma. seperti : bioma gurun, bioma padang rumput, bioma hutan gugur, bioma hutan hujan tropis, bioma taiga, dan bioma tundra. Setiapilmu umumnya membatasi diri pada segi kajian tertentu. Misalnya matematika mengkaji pada objek angka-angka, fisika pada objek benda-benda fisik, kimia berupa zat-zat penyusun dan reaksi yang terjadi, dan biologi memfokuskan pada objek makhluk hidup yang ada maupun yang pernah ada di dunia ini. yNeInC. August 18, 2020 Post a Comment Bagaimana objek kajian yang ada pada tingkat bioma? Jawab Objek kajian yang ada pada tingkat bioma meliputi kehidupan di lokasi geografis tertentu, seperti wilayah padang rumput, padang pasir, dan wilayah hutan hujan tropis. - Semoga Bermanfaat Jangan lupa komentar & sarannya Email nanangnurulhidayat Kunjungi terus OK! Dalam kehidupan sehari-hari, tanpa disadari manusia selalu berhubungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan biologi, baik dari tubuh manusia itu sendiri maupun lingkungan sekitarnya. Seperti halnya energi manusia yang digunakan dalam beraktivitas, dihasilkan dari proses biologi yang diperoleh dari nutrisi makanan. Selain itu, terdapat berbagai tumbuhan dan hewan dari yang sederhana maupun kompleks di lingkungan sekitar. Istilah biologi berasal dari Bahasa Yunani yaitu “bios” yang berarti “hidup” dan “logos” yang berarti “ilmu”. Jadi dapat disimpulkan bahwa biologi merupakan ilmu yang mempelajari makhluk hidup dan kehidupannya. Di dalamnya, biologi mengkaji berbagai aspek kehidupan termasuk struktur, fungsi, pertumbuhan, evolusi, persebaran, dan taksonomi. Sebagai objek yang dipelajari dalam ilmu biologi, makhluk hidup memiliki ciri tertentu yang membedakannya dengan objek sains lainnya, yaitu membutuhkan makanan, bergerak, melakukan metabolisme, tumbuh dan berkembang, bereproduksi, dan peka terhadap rangsangan. Disamping itu, kedudukan biologi juga sama dengan ilmu lainnya seperti fisika, kimia, maupun matematika. Sehingga, biologi memiliki karakteristik yang sama dengan ilmu sains lainnya yaitu, rasional, objektif, empiris, dan akumulatif. Objek Kajian Biologi Ruang lingkup objek kajian biologi meliputi seluruh ragam kehidupan mulai dari organisme mikroskopis hingga organisme berukuran besar dan dari tingkat organisasi yang sederhana hingga tingkat organisasi yang lebih kompleks. Bahkan, sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan , objek biologi juga terus mengalami perkembangan. Baca juga 7 Universitas di Indonesia dengan Jurusan Biologi Terbaik Pada awalnya klasifikasi makhluk hidup terbagi hanya dua, yaitu kingdom Animalia dan kingdom plantae. Namun, seiring perkembangan ilmu pengetahuan, menurut Robert H. Whittaker organisme dikelompokan menjadi 5 kingdom, yaitu monera, Protista, fungi, plantae, Animalia. Sedangkan, klasifikasi terbaru menurut Carl Woese ada 6 kingdom yaitu archaebacterial, eubacteria, Protista, fungi, plantae, dan Animalia. Organisasi kehidupan Semua objek kajian biologi dapat dikaji mulai dari tingkat molekul, sel, jaringan, organ, system organ, individu organisme, Populasi, komunitas, ekosistem, bioma, serta biosfer. Urutan tingkat makhluk hidup tersebut dinamakan dengan hierarki kehidupan atau organisasi kehidupan. Molekul merupakan partikel-partikel penyusun organisme yang dibangun oleh atom-atom. Organisasi kehidupan pada tingkat molekul mempelajari berbagai makromolekul seperti karbohidrat, protein, lipid, dan asam nukleat seperti DNA dan RNA. Sel adalah unit struktural dan fungsional terkecil dari makhluk hidup dan setiap tubuh makhluk hidup tersusun oleh sel. Sel mampu melakukan semua aktivitas kehidupan dan sebagian besar reaksi kimia untuk mempertahankan kehidupan sel. Jaringan adalah kumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Contoh jaringan pada tumbuhan diantaranya adalah jaringan meristem, jaringan epidermis, jaringan parenkim, jaringan sklerenkim, jaringan kolenkim, xilem dan floem. Sedangkan, jaringan pada hewan yaitu jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot dan jaringan saraf. Organ adalah kumpulan berbagai jaringan yang melakukan fungsi tertentu. Tubuh makhluk hidup tersusun dari berbagai macam organ antara lain, jantung, pankreas, dan otak. Sistem Organ adalah berbagai organ bersatu dan menjalankan fungsi tertentu membentuk suatu sistem. Contohnya organ hati, lambung, pankreas dan lain-lain membentuk sistem pencernaan manusia sedangkan trakea, bronkus, bronkilus dan alveolus membentuk sistem pernapasan manusia. Organisme / Individu adalah berbagai sistem organ saling bekerja sama dan menyusun tubuh organisme. Organisme atau individu merupakan makhluk hidup tunggal. Populasi adalah kumpulan individu dari satu spesies yang berinteraksi dan hidup di wilayah tertentu. Komunitas merupakan kumpulan populasi dari berbagai spesies yang saling berinteraksi dan hidup di area tertentu dalam kurun waktu yang sama. Ekosistem adalah seluruh komunitas beserta lingkungan fisik atau abiotik yang saling berinteraksi. Bioma adalah suatu tipe ekosistem regional yang memiliki komunitas yang serupa. Bioma yang terdapat di dunia antara lainHutan hujan tropis,Taiga,Tundra,Padag rumput,Gurun,Hutan gugur. Biosfer adalah keseluruhan bioma atau seluruh organisme di bumi beserta tempat hidup yang meliputi atmosfer, hidrosfer dan litosfer disebut biosfer. Cabang Ilmu Biologi Ruang lingkup biologi yang semakin meluas, menuntut para ahli biologi membuat pengkhususan kajian sesuai pada objeknya yang lebih mendalam sehingga memberikan manfaat yang semakin besar. Adapun beberapa cabang biologi yang tengah berkembang saat ini antara lain anatomi struktur bagian dalam tubuh makhluk hidup, bakteriologi bakteri, bioteknologi teknik pemanfaatan organisme, botani aneka ragam tumbuhan, ekologi hubungan antar makhluk hidup dan lingkungan, embriologi pertumbuhan dan perkembangan embrio, entomologi serangga, etologi tingkah laku makhluk hidup, filogeni hubungan organismme lewat proses evolusinya, fisiologi fungsi alat tubuh, genetika penurunan sifat, herpetology reptilian dan amfibi, histologi jaringan tubuh, imunologi system kekebalan tubuh, mikologi jamur, morfologi bentuk dan struktur makhluk hidup. Please follow and like us Kelas Pintar adalah salah satu partner Kemendikbud yang menyediakan sistem pendukung edukasi di era digital yang menggunakan teknologi terkini untuk membantu murid dan guru dalam menciptakan praktik belajar mengajar terbaik. Related TopicsBiologiBiologi sebagai ilmucabang ilmu biologiKelas 10 Kali ini kita akan mengulas tentang macam-macam bioma yang ada di dunia, mulai dari hutan hujan tropis, hutan gugur, taiga, padang rumput, sabana, gurun, hingga tundra. Yuk, simak pembahasannya! — Saat melihat header di atas, pasti langsung kebayang konsep ekosistem, kan? Ya, bioma ini emang mirip dengan ekosistem yang pernah kamu pelajari. Kasarnya, bioma itu merupakan ekosistem dalam versi yang lebih besar. Kalau ekosistem merupakan hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya, sedangkan bioma adalah hubungan timbal balik antara benda hidupnya saja. Bioma terbentuk karena adanya perbedaan letak geografis dan astronomis. Lalu, sebenarnya seperti apa bioma itu? Secara umum, kita bisa mengetahuinya melalui ciri-ciri bioma, salah satunya yaitu dengan mengecek vegetasi utama. Maksudnya, melihat jenis tumbuhan apa yang paling dominan di tempat itu. Selain itu, bioma juga selalu menempati wilayah yang luas. Jadi, nggak bisa dibilang bioma kalau luasnya hanya 1 x 1 meter. Itu mah bukan bioma, tapi meja karambol hehe.. Gimana, sekarang udah kebayang, kan, seperti apa yang dinamakan bioma itu? Nah, di dunia ini, terdapat 7 jenis bioma. Pengelompokannya biasanya dilakukan berdasarkan jenis tumbuhan yang hidup di sana. Yuk, kita coba bahas satu per satu! 1. Bioma Hutan Hujan Tropis Hutan hujan tropis merupakan bioma dengan vegetasi flora dan fauna yang paling variatif. Tanahnya subur, dan kalau di film-film, biasanya sering dikategorikan sebagai hutan belantara’ yang banyak hewan-hewan anehnya. Meskipun jumlahnya sangat sedikit iya, hutan hujan tropis hanya menutupi 2% dari seluruh permukaan bumi, tapi 50% hewan dan tumbuhan yang ada di bumi hidup di sana, lho! Bayangkan, betapa beragamnya jenis hewan dan tumbuhan yang ada di sana. Indonesia sendiri merupakan negara yang punya tutupan hutan hujan tropis terluas ketiga di dunia setelah Brazil dan Kongo. Makanya, Indonesia bisa disebut dengan megabiodiversity country. Ya, karena, punya buanyak banget jenis hewan dan tumbuhan. Seperti namanya yang ada kata hujan, bioma ini selalu berada dalam kondisi basah dan lembap yang bikin aromanya segar banget. Hal ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan merata. Eits, tidak hanya itu, sinar matahari yang didapatkan juga merata sepanjang tahun. Baca juga Mitigasi Bencana Alam di Indonesia Lalu, ada di mana aja hutan hujan tropis? Kebanyakan, sih, di sekitar garis khatulistiwa. Artinya, negara-negara yang dilewati garis itu akan punya hutan hujan tropis yang banyak. Kamu bisa lihat peta persebaran hutan hujan tropis pada gambar berikut. Peta persebaran hutan hujan tropis Sumber 2. Bioma Hutan Gugur Hutan gugur merupakan hutan yang mengalami empat musim, yaitu panas, dingin, semi, dan gugur. Salah satu ciri khas dari bioma ini adalah pada kebiasaan’ pepohonannya. Pohon-pohon di hutan gugur akan meranggas atau menggugurkan daunnya pada saat-saat tertentu. Pernah tahu kan, soal pohon jati yang menggugurkan daunnya, atau pohon-pohon sakura di Jepang yang menggugurkan bunganya? Meranggas dilakukan sebagai fungsi pertahanan dan penyesuaian diri terhadap lingkungan. Dengan melakukan pengguguran daun, si pohon dapat mengurangi penguapan air yang biasa terjadi di daun. Alhasil, pohon punya cadangan air lebih setelah setelah mengugurkan daunnya. Hutan gugur ini terletak di 30o-40o LU dan LS dengan wilayah beriklim sedang. Contohnya, di Amerika Serikat bagian timur, Asia Tengah, serta Asia TImur seperti Tiongkok, Korea, dan Jepang. 3. Bioma Taiga Selanjutnya adalah bioma Taiga. Taiga sendiri berasal dari bahasa Rusia yang berarti hutan. Tapi, hutan bukan sembarang hutan. Taiga adalah jenis hutan yang terdiri dari satu spesies yang daunnya menyerupai jarum. Hayoo, tahu nggak, pohon apa saja yang daunnya menyerupai jarum? Yak, betul! Jenis pohon seperti pinus, cemara, dan spruce. Bioma taiga Sumber Seperti halnya hutan gugur, taiga juga hutan yang mendapat 4 musim. Namun, periode musim gugur dan seminya sangat sebentar, sementara musim dinginnya terbilang panjang. Ketika musim dingin, air tanah di taiga bahkan bisa berubah menjadi es, lho! Seperti asal namanya, bioma hutan taiga banyak ditemukan di kawasan beriklim subartik, seperti wilayah Skandinavia dan Rusia Timur. 4. Bioma Padang Rumput Bioma yang satu ini kayaknya udah banyak yang tahu, deh. Hanya dengan membaca namanya, kita udah tahu kalau di bioma ini akan penuh dengan rumput. Rumputnya ya, yang diingat. Bukan padangnya. Nanti laper. Secara umum, padang rumput juga bisa disebut dengan stepa. Bioma padang rumput Sumber Curah hujan di padang rumput tergolong lebih rendah dibanding taiga, yakni 250-500 mm/tahun. Kondisi tanahnya yang mempunyai porositas tinggi membuat tanaman sulit mendapatkan air. Alhasil, tanahnya menjadi tandus dan tidak subur. Alhasil lagi, tumbuhan yang dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan seperti ini adalah… rumput. Maka, jadi deh, banyak rumput yang tumbuh sehingga membentuk padang rumput. Hewan-hewan yang ada di padang rumput umumnya berjenis herbivora. Seperti misalnya zebra, bison, kanguru. Kalau vegetarian, itu biasanya ada di perkotaan. Tapi emang makan rumput aja. Padang rumput banyak ditemukan di wilayah Afrika, Australia, dan Amerika. Baca juga Mengenal Keanekaragaman Hayati di Dunia 5. Bioma Sabana Sabana merupakan bioma yang dipenuhi semak belukar dan pohon. Daerahnya tergolong panas sepanjang tahun dengan curah hujan mm/tahun. Oke, kalau hanya dari sana, mungkin kamu akan berpikir kalau sabana ini mirip dengan padang rumput. Tapi, beda ya, gengs! Hal yang membedakannya adalah di sabana masih ada kumpulan pepohonan besar, sementara di padang rumput nggak ada. Kalau kamu pernah menonton video-video dokumenter tentang singa yang memburu rusa, nah biasanya, kejadian seperti itu terjadinya di bioma ini, nih! Di Indonesia sendiri, kamu bisa menjumpai sabana d Taman Nasional Baluran, Jawa Timur. Satu hal yang unik adalah, sabana dapat berubah menjadi hutan basah belukar jika terbentuk di daerah yang intensitas curah hujannya tinggi. 6. Bioma Gurun Seperti yang kita ketahui, gurun adalah bioma yang sangat kering seperti isi chat di hape saya. Gurun sangat kering karena curah hujannya di bawah 250 mm per tahun. Uniknya, gurun cenderung punya cuaca yang ekstrem yakni sangat panas di siang hari, tetapi sangat dingin di malam hari. Kelembapan di daerah gurun juga sangat rendah dan tanahnya sangat tandus karena tidak bisa menyimpan air. Bioma gurun di Gurun Gobi Sumber Tumbuhan yang tumbuh di gurun sangat sedikit karena tidak banyak jenis tumbuhan yang bisa bertahan hidup. Hmm.. kira-kira tumbuhan apa ya, yang bisa tumbuh di gurun? Yap, betul! Tumbuhan kaktus! Nah, bioma gurun sendiri banyak terdapat di wilayah Asia Barat, Afrika Utara, dan Australia. 7. Bioma Tundra Tundra adalah bioma yang paling beda dibandingkan 6 bioma lainnya. Tundra berasal dari kata Finlandia tunturi’ yang berarti dataran tanpa pohon’. Ya, di tundra tidak ada pohon sama sekali. Karena, eh, karena, tundra terletak di lingkar artik dan Greenland, yaitu di belahan bumi utara yang dingiiiiin banget. Bioma tundra di kutub Sumber Berhubung suhu dan curah hujannya sangat rendah, wilayah di tundra memiliki musim tumbuh dan nutrisi yang buruk. Nutrisi utamanya aja nitrogen dan fosfor. Karena tundra terlalu dingin sebagai tempat hidup pohon, maka tumbuhan yang hidup di sini hanyalah semak pendek, ganggang, serta lumut-lumutan. Hewannya pun terbatas oleh hewan-hewan yang cukup kuat tinggal di suhu ekstrem dingin. Seperti misalnya, beruang kutub, kambing gunung, dan rubah arktik. Nah, itu dia pembahasan kita tentang macam-macam bioma di dunia lengkap dengan ciri-cirinya. Ternyata macam bioma itu ada banyak, ya! Bioma mana nih, yang paling kamu suka? By the way, supaya belajar kamu lebih menyenangkan, gimana kalau kita belajar bersama di Brain Academy Online? Daftar sekarang, yuk! Referensi Soegimo, Dibyo. 2009. Geografi untuk SMA kelas XI. Jakarta Departemen Pendidikan Nasional. Sumber Gambar Gambar Rain Forest Location Map’ [Daring]. Tautan Diakses 7 September 2021 Gambar Bioma Taiga’ [Daring]. Tautan Diakses 7 September 2021 Gambar Bioma Padang Rumput’ [Daring]. Tautan Diakses 7 September 2021 Gambar Bioma Gurun’ [Daring]. Tautan Diakses 7 September 2021 Gambar Bioma Tundra’ [Daring]. Tautan Diakses 7 September 2021 Artikel ini telah diperbarui pada 8 September 2021. Kehidupan di bumi dibentuk oleh struktur hierarki yang sangat teratur. Tingkatan organisasi kehidupan ini dimulai dari tingkat molekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, individu, populasi, komunitas, ekosistem sampai tingkat bioma. 1. Organisasi Fungsional Tingkat Molekul Semua makhluk hidup, termasuk kita, manusia selalu membutuhkan air untuk kelangsungan hidup. Untuk mengingat kembali pelajaran kimia, atom apakah yang menyusun air? Tentu Anda sudah mengetahui bahwa air terdiri atas dua atom, yaitu dua atom hidrogen dan satu atom oksigen. Jika dua buah atom atau lebih bergabung melalui reaksi kimia, maka akan terbentuk partikel yang disebut molekul. Jadi, Anda sudah mengetahui bahwa air merupakan salah satu contoh molekul. Tahukah Anda bahwa dalam tubuh makhluk hidup ada empat unsur yang mendominasinya, yaitu sekitar 99,35% dari jumlah atom, di antaranya adalah hidrogen, karbon, nitrogen, dan oksigen. Penyusun utama organisme adalah air dan senyawa-senyawa karbon. Sekitar 70% berat sel adalah air, dan apabila air dipisahkan dari sel, maka sekitar 95% berat kering sel adalah senyawa-senyawa karbon yang meliputi 4 jenis molekul organik besar dan sekitar 100 jenis molekul organik kecil, sisanya sebanyak 5% adalah senyawa-senyawa anorganik berupa garam-garam mineral. Keempat jenis molekul organik besar sering dinamakan makromolekul yang terdiri atas protein, karbohidrat, lipid, dan asam nukleat. Protein Tubuh kita sangat memerlukan zat protein. Apa fungsi protein bagi tubuh? Protein bertindak sebagai material pembangun, yaitu pada otot, kulit, dan rambut serta bisa berfungsi sebagai pengangkut molekul kecil, misalnya hemoglobin yang mengangkut O2. Fungsi paling penting dari protein adalah sebagai katalis seluruh reaksi dalam sel enzim-enzim. Karbohidrat Karbohidrat sangat diperlukan dalam tubuh kita. Ibarat “bahan bakar” dalam sebuah kendaraan, itulah kegunaan dari karbohidrat, yaitu akan menghasilkan energi bagi tubuh kita. Contoh karbohidrat adalah glukosa, selulosa, amilum, dan glikogen. Lipid Lipid merupakan senyawa yang dapat diekstraksi dari makhluk hidup dengan pelarut organik. Lipid ini mencakup berbagai ragam senyawa, termasuk lemak. Apa fungsi lemak? Salah satu jenis lipid adalah fosfolipid yang merupakan membran sel. Ada juga jenis lipid yang merupakan hormon seperti steroid, ada pula jenis lipid yang berfungsi sebagai pigmen seperti karotenoid. Asam Nukleat Asam nukleat merupakan senyawa polimer untuk sintesis protein yang spesifik, yaitu menyimpan informasi genetika yang diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya. Asam ini terdiri atas RNA dan DNA. Keempat jenis makromolekul sudah dipelajari, tetapi sel organisme masih mengandung sekitar 100 jenis molekul organik yang kecil. Beberapa contohnya, antara lain ATP adenosin trifosfat yang berfungsi sebagai satuan penyimpan energi kimia, misalnya pembakaran glukosa yang disimpan dalam bentuk molekul ATP. Contoh lain adalah vitamin-vitamin. Ingatlah kembali tentang macam-macam vitamin beserta fungsinya! Perhatikan tentang kandungan molekul-molekul pada makhluk hidup berikut ini! Tabel Kandungan Molekul pada Makhluk Hidup Kandungan Sel Sel Hewan dan Manusia Sel Tumbuh-Tumbuhan Air 67% 75% Protein 15% 2% Lemak lipid 13% 1% Karbohidrat 2% 20% Zat-zat lain 3% 2% Jika kita perhatikan, sel hewan dan manusia lebih banyak mengandung protein dan lemak, sedangkan sel tumbuh-tumbuhan mengandung lebih banyak karbohidrat. Cobalah pikirkan mengapa bisa demikian! Dengan mempelajari biologi pada tingkat molekul, kita dapat mengkaji lebih mendalam tentang kehidupan ini. Di tingkat molekul, dipelajari struktur subselular organel. Molekul dapat dibedakan menjadi makromolekul yang lebih sederhana hingga atom-atom proton, neutron, dan elektron yang membangunnya. Sekumpulan atom-atom akan membentuk molekul-molekul yang disebut molekul organik. Ada empat golongan molekul organik, yaitu molekul lipid, protein, karbohidrat, dan asam nukleat. Interaksi antarmolekul-molekul tersebut akan membentuk organel yang memiliki fungsi tertentu. Selanjutnya, interaksi tersebut membentuk organisasi tingkat sel. Contoh permasalahan biologi yang dapat muncul di tingkat molekul adalah virus. Meskipun virus hanya tersusun dari protein dan molekul asam nukleat, virus dapat berkembang biak dan menyebabkan penyakit. Selanjutnya, virus dimasukkan dalam kelompok tersendiri. 2. Organisasi Kehidupan Tingkat Sel Sel adalah tingkat organisasi di atas molekul. Semua makhluk hidup tersusun oleh sel, ada yang bersel satu atau bersel banyak. Sel sebagai unit fungsional dan struktural terkecil bagi makhluk hidup bersel banyak selalu memperlihatkan ciri-ciri hidup, di antaranya, sebagai berikut ● dapat berkembang biak atau menghasilkan keturunan; ● dapat menghasilkan energi melalui serangkaian proses respirasi sel dalam mitokondria; ● memberikan respons atau tanggapan terhadap rangsang; ● melakukan pencernaan intraseluler digestive dan pengeluaran ekskresi; ● tumbuh dan berkembang. Sel-sel anak hasil pembelahan sel mitosis akan tumbuh hingga mencapai ukuran tertentu, kemudian mulai berkembang dan berdiferensiasi atau berspesialisasi berubah bentuk menurut fungsi-fungsi tertentu. Teori tentang Sel Sejak penemuan mikroskop sederhana oleh Antonie Van Leeuwenhook 1623 - 1723 pada abad ke-16, penelitian di bidang biologi semakin berkembang pesat, yaitu Theodor Schwann 1810 - 1882 mengemukakan bahwa sel merupakan struktur terkecil dari hewan. Mathias Jacob Schleiden 1804 - 1881 menyatakan bahwa sel adalah struktur terkecil dari tumbuhan. Kedua teori yang dikenal sebagai teori sel itu menjadi pedoman bagi penelitian biologi modern. Selain Schwann dan Schleiden, tokoh yang berjasa di dalam pengembangan ilmu biologi, antara lain Baron George Cuvier 1769 - 1832, pelopor ilmu anatomi perbandingan. Carolus Linnaeus 1707 - 1778, perintis ilmu taksonomi. Johann Gregor Mendel 1822 - 1884, pelopor ilmu genetika. Charles Darwin 1809 - 1882, pencetus teori evolusi. Sejarah Penelitian tentang Sel Sel pertama kali ditemukan oleh Robert Hooke 1635-1703. Ia menemukan bentuk-bentuk mikroskopis dalam gabus pada kulit pohon Quercus suber yang terlihat barisan-barisan gabus seperti sarang lebah yang disebutnya “sel”. Kemudian Schleiden 1804 – 1881 dan Schwann 1810 – 1882 yang mengadakan pengamatan berulang-ulang terhadap sel-sel hewan dan tumbuhan dengan mikroskop. Pada tahun 1831 Robert Brown seorang ahli biologi dari Scotlandia, melaporkan pengamatannya tentang adanya benda kecil yang terapung dalam cairan sel yang disebut sebagai inti sel atau nukleus. Penyelidikan sel selanjutnya terfokus pada cairan sel yang disebut protoplasma oleh Felix Dujardin 1835, Johannes Purkinje 1787 – 1869 dan Max Schultze 1825 – 1874. Teori sel yang semula hanya menyatakan bahwa sel merupakan kesatuan struktural dari kehidupan, ditambah dengan pernyataan bahwa sel juga merupakan kesatuan fungsional dari kehidupan. Rudolf Virchow pada tahun 1858 menyatakan bahwa semua sel berasal dari sel-sel juga omnis cellula cellula, maka dengan kata lain, sel juga merupakan kesatuan pertumbuhan makhluk hidup. Periode kedua sejarah penelitian sel adalah eksperimen-eksperimen, salah satu hasilnya adalah diketahui adanya faktor menawan yang terdapat di dalam nukleus, yaitu kromosom. Berdasarkan pengetahuan itu, maka dapat dikatakan bahwa sel merupakan kesatuan hereditas. Penemuan yang paling modern saat ini adalah adanya mikroskop elektron yang dapat memberikan gambar dengan skala × ukuran benda yang sesungguhnya. Permasalahan biologi dapat muncul pada tingkat sel, antara lain, adanya perbedaan struktur sel hewan dan struktur sel tumbuhan. Pada kenyataannnya, terdapat perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan. Perhatikan gambar sel hewan dan sel tumbuhan berikut ini. Bagian-Bagian Sel dan Fungsinya Selaput plasma dan dinding sel Selaput plasma terdiri dari dua lapisan lipoprotein, yaitu ● Lapisan luar terdiri dari protein yang mudah dilalui oleh molekulmolekul zat kimia. ● Lapisan dalam terdiri dari lemak lipid yang bersifat selektif memilih terhadap molekul-molekul zat kimia dan hanya molekul yang dapat larut dalam lemak saja yang dapat masuk. Fungsi selaput plasma mengatur transportasi zat-zat dari sel ke sel. Dinding sel terdapat pada sel tumbuhan. Dinding sel merupakan bagian terluar dari sel dan merupakan hasil proses hidup dari protoplasma. Dinding sel primer adalah dinding sel yang dibentuk sewaktu sel membelah, dan setelah sel mengalami penebalan berubah menjadi dinding sekunder. Dinding sel berfungsi untuk 1 Melindungi bagian sel yang berada di dalamnya. 2 Sebagai jalan masuk dan keluar air beserta zat-zat terlarut. 3 Memberi bentuk sel dan memperkokoh sel. 4 Bersama-sama vakuola berperan dalam menjaga turbiditas sel. Sitoplasma Cairan yang dibatasi oleh selaput plasma dan terletak di luar inti sel. Di dalam sitoplasma ini terjadi proses kehidupan yang penting. Pada sitoplasma ini terdapat organel-organel sel, antara lain ● Retikulum endoplasma Saluran yang menghubungkan inti sel dengan sitoplasma. ● Ribosom Sebagai tempat terjadinya sintesis protein. ● Mitokondria Tempat terjadinya respirasi sel, untuk menghasilkan energi. ● Badan golgi Berfungsi sebagai alat pengeluaran limbah atau zat-zat dari sel. ● Lisosom Berperan dalam membunuh kuman penyakit, yang menyerang sel alat pertahanan. Inti sel nukleus Terletak di dalam sitoplasma dibatasi oleh selaput inti/dinding inti. Di dalamnya terdapat cairan yang disebut nukleoplasma dan butir-butir inti nukleous. Inti sel berperan sebagai pusat pengaturan segala proses yang terjadi di dalam sel. 3. Organisasi Kehidupan Tingkat Jaringan Jaringan ditemukan pada organisme multiseluler bersel banyak. Jaringan adalah kumpulan sel yang memiliki bentuk serta fungsi yang sama. Kelompok sel ini memiliki fungsi yang spesifik. Berikut ini contoh-contoh jaringan pada makhluk hidup. Jaringan pada Hewan Jaringan epitel Berfungsi melapisi berbagai rongga atau di saluran tubuh dan membentuk kulit yang membungkus tubuh. Jaringan ikat Berfungsi mengikat dan menghubungkan antarjaringan. Jaringan rangka/tulang Berfungsi menyokong, melindungi tubuh, dan menjadi alat gerak. Jaringan darah Berfungsi mengedarkan zat makanan dan oksigen maupun mengangkut sisa metabolisme ke alat pengeluaran. Jaringan saraf Berfungsi mengoordinasikan dan meneruskan rangsang stimulus. Jaringan otot Berfungsi bersama dengan jaringan tulang mendukung fungsi gerak. Jaringan pada Tumbuhan Jaringan epidermis Berfungsi melindungi permukaan tubuh tumbuhan. Jaringan mesofil Berfungsi membuat makanan dengan proses fotosintesis. Jaringan parenkim dilengkapi plastida Plastida yang terkena cahaya matahari sebagai tempat fotosintesis. Plastida yang tidak terkena cahaya matahari sebagai cadangan makanan. Jaringan pembuluh berupa xilem dan floem Xilem berfungsi mengangkut air dan garam-garam mineral dari akar ke daun. Floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh tubuh. Jaringan sklerenkim Berfungsi menyokong dan menguatkan tubuh tumbuhan. Jaringan meristem Berfungsi menghasilkan sel-sel baru untuk pertumbuhan. 4. Organisasi Kehidupan Tingkat Organ Sekelompok jaringan yang mempunyai fungsi pekerjaan tertentu akan membentuk suatu organ. Cabang biologi yang mempelajari organ disebut dengan organologi. Organ apa saja yang terdapat di dalam tubuh Anda? Organ yang ada di dalam tubuh kita, antara lain mata, jantung, telinga, ginjal, paru-paru, lambung, dan lain-lain. Kajian biologi pada tingkat organ meliputi asal usul organ, perkembangannya, fungsi berbagai macam organ, komponen penyusun organ, kelainan pada organ, serta tranplantasi organ. Bagaimana dengan organ pada tumbuhan dan hewan? Organ pada hewan Dibedakan menjadi 2 Organ luar misalnya tangan, kaki, hidung, mulut, telinga, mata. Organ dalam misalnya hati, ginjal, usus, jantung, paru-paru, saraf. Organ pada tumbuhan Akar Berfungsi menyerap air dan zat-zat makanan, memperkukuh berdirinya batang, menyimpan cadangan makanan, dan alat perkembangbiakan vegetatif. Batang Berfungsi sebagai tempat tumbuhnya daun, alat penyimpanan cadangan makanan, alat perkembangbiakan vegetatif, alat transportasi zat makanan dari akar ke daun dan hasil asimilasi dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Daun Berfungsi sebagai tempat fotosintesis, tempat menyimpan bahan makanan, alat perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan tertentu, alat evaporasi penguapan, dan alat respirasi melalui stomata. Bunga Berfungsi sebagai alat pembentuk sel kelamin. Buah Berfungsi menghasilkan biji yang mengandung embrio atau lembaga sebagai alat perkembangbiakan bagi tumbuhan. 5. Organisasi Kehidupan Tingkat Sistem Organ Masih ingatkah Anda pelajaran mengenai sistem pencernaan, sistem pernapasan, sistem peredaran darah, sistem gerak, sistem reproduksi, dan sistem transportasi yang Anda pelajari di SMP? Masing-masing sistem itu terbentuk oleh beberapa organ. Misalnya, sistem pencernaan terdiri atas organ-organ pencernaan, yaitu mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus. Jadi, sistem organ adalah kumpulan organ yang saling berhubungan, bekerja sama, dan berinteraksi membentuk suatu sistem untuk menangani pekerjaan tertentu. Kajian yang akan dipelajari meliputi fungsi dari berbagai sistem dalam mendukung kehidupan, penyusun sistem, cara kerja sistem, serta kelainan atau gangguan yang terjadi pada sistem tersebut. 6. Organisasi Kehidupan Tingkat Individu Individu dapat berupa organisme bersel tunggal uniseluler atau bersel banyak multiseluler. Bakteri dan protozoa adalah contoh organisme bersel tunggal. Satu bakteri dan satu protozoa dikatakan sebagai satu individu. Manusia, kucing, pohon kelapa, dan tanaman melati merupakan contoh organisme multiseluler. Seorang manusia, seekor kucing, sebatang pohon kelapa, dan setangkai tanaman melati juga dikatakan satu individu. Individu multiseluler terbentuk dari sistem organ-sistem organ yang bekerja sama dalam suatu kesatuan. Setiap sistem organ tidak dapat melaksanakan fungsinya sendiri-sendiri. Setiap sistem organ memiliki kebergantungan pada sistem organ yang lainnya. Contohnya pada manusia, sistem pernapasan, sistem peredaran darah, sistem pencernaan, sistem pengeluaran, sistem koordinasi, sistem gerak, dan sistem reproduksi memiliki saling kebergantungan. Sistem peredaran darah tidak akan berfungsi dengan baik jika terjadi gangguan pada sistem pernapasan. Karena untuk memompa darah, jantung membutuhkan energi yang didapat dari oksigen. Jika jantung tidak dapat bekerja secara optimal maka peredaran oksigen dan sari-sari makanan pada tubuh akan terganggu pula. Hal ini dapat berakibat fatal bagi tubuh secara keseluruhan. Apa yang dapat terjadi pada tumbuhan jika salah satu organnya tidak berfungsi dengan baik? 7. Organisasi Kehidupan Tingkat Populasi Tingkat selanjutnya adalah populasi. Masih ingatkah kalian apa arti populasi? Populasi artinya kumpulan dari individu sejenis yang secara bersama menempati suatu habitat. Bagaimana kalian dapat mengetahui bahwa individu-individu itu sejenis? Sejenis atau spesiesnya sama ditandai dengan adanya kemampuan untuk mengadakan perkawinan dan menghasilkan keturunan yang fertil subur. Dengan demikian, dalam kelas kalian yang berisi 31 individu, terdapat berapa populasikah? Jawabnya, ada satu populasi, yaitu populasi manusia. Contoh permasalahan biologi yang dapat muncul di tingkat populasi adalah budi daya ikan mas. Untuk budi daya ikan mas, kita memerlukan individu-individu sejenis yang memiliki sifat unggul sehingga hasil perkawinan di antara ikan mas adalah keturunan yang fertil. 8. Organisasi Kehidupan Tingkat Komunitas Umumnya di suatu tempat terdapat lebih dari satu macam populasi. Perhatikan halaman sekolah Anda. Di sana mungkin terdapat populasi rumput, populasi cacing, populasi belalang, dan populasi semut. Kumpulan populasi yang menempati area sama dan saling berhubungan disebut komunitas. Di dalam komunitas selalu ada interaksi, baik antaranggota spesies yang sama, maupun interaksi antarpopulasi yang berlainan. Spesies dalam komunitas dapat berperan sebagai produsen, konsumen, pengurai, dan detritrivor. Contoh komunitas yaitu komunitas sawah ada populasi belalang, ada populasi padi, ada populasi ular, dan lain-lain. 9. Organisasi Kehidupan Tingkat Ekosistem Perhatikan kembali halaman sekolah Anda. Di manakah rerumputan menancapkan akarnya? Pada tanah, bukan? Dari mana rerumputan memperoleh karbon dioksida yang dibutuhkan untuk proses fotosintesisnya? Dari udara di sekelilingnya, bukan? Apakah syarat yang dibutuhkan selain ketersediaan karbon dioksida agar rerumputan dapat melakukan fotosintesis? Tentu sinar matahari dan air. Rerumputan juga membutuhkan senyawa anorganik yang didapatkan dari hasil penguraian, misalnya oleh cacing tanah, agar dapat melakukan fotosintesis dengan baik. Proses fotosintesis yang dilakukan rerumputan menghasilkan senyawa karbohidrat yang dibutuhkan makhluk hidup lainnya, misalnya oleh belalang. Belalang juga mendapatkan oksigen dari fotosintesis rerumputan tersebut. Dari keterangan di atas, Anda dapat menemukan suatu organisasi kehidupan yang menunjukkan saling keterkaitan, kebergantungan, dan hubungan timbal balik antarmakhluk hidup dan antarmakhluk hidup dengan lingkungannya. Bentuk organisasi kehidupan ini dinamakan organisasi kehidupan tingkat ekosistem. Ekosistem Berasal dari kata oikos yang berarti rumah sendiri dan systema yang berarti terdiri atas bagian-bagian yang utuh atau saling memengaruhi. Ekosistem merupakan unit fungsional yang mencakup organisme biotik dengan lingkungannya yang tidak hidup abiotik dalam hubungan saling memengaruhi dan berinteraksi. Komponen biotik ekosistem terdiri atas produsen tumbuhan, konsumen, dan pengurai. Pada contoh tersebut, yang bertindak sebagai produsen adalah rumput, konsumennya adalah belalang, dan pengurainya adalah cacing tanah. Adapun komponen abiotik pada contoh tersebut adalah tanah, udara, sinar matahari, zat anorganik, dan air. Di dalam organisasi kehidupan tingkat ekosistem, kita juga dapat melihat adanya aliran energi dari organisme fotosintetik ke herbivora dan karnivora. 10. Organisasi Kehidupan Tingkat Bioma Apakah perbedaan antara kolam, sungai, dengan gurun, tundra, taiga, padang rumput atau hutan hujan tropis? Jika Anda berpikir bahwa gurun, tundra, memiliki wilayah yang jauh lebih luas daripada kolam, sungai, dan seterusnya, inilah yang disebut dengan bioma. Selain memiliki wilayah yang jauh lebih luas, bioma juga memiliki ciri khas, yaitu dipengaruhi adanya iklim tertentu. Objek kajian biologi pada tingkat bioma meliputi berbagai macam bioma yang ada di dunia dan dipengaruhi oleh iklim, misalnya curah hujan, kelembapan, suhu, dan angin. Menurut garis lintang, kita mengenal 6 macam bioma, mulai dari khatulistiwa sampai kutub, yaitu bioma gurun, padang rumput, hutan gugur, hutan hujan tropis, taiga, dan bioma tundra. Pemberian nama bioma didasarkan pada jenis tumbuhan yang dominan. Misalnya bioma padang rumput didominasi oleh tumbuhan rumput dan hewan mamalia besar, seperti herbivor dan karnivor. Semua komunitas biotik berhubungan dengan komunitas biotik lain di sekelilingnya. Demikian pula ekosistem berhubungan dengan ekosistem lain di sekelilingnya. Ekosistem hutan berhubungan dengan ekosistem sungai. Ekosistem sungai berhubungan dengan laut. Dengan demikian, semua ekosistem di bumi ini saling berhubungan, sehingga bumi merupakan suatu ekosistem besar disebut juga biosfer. Objek Biologi KakaKiky - Objek biologi ini mencakup seluruh makhluk hidup dan kehidupan. Objek biologi adalah kehidupan pada berbagai tingkat struktur. Tingkat struktur ini dimulai dari yang terendah hingga tertinggi adalah molekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, individu, populasi, komunitas, ekosistem, dan bioma. Berikut ini adalah pengertian lengkap tentang tingkatan struktur kehidupan. Molekul merupakan bagian terendah dalam tingkat organisasi kehidupan. Struktur dan fungsi molekul-molekul penyusun komponen sel seperti karbohidrat, lipid, protein dan asam nukleat merupakan objek kajian dalam biokimia. Interaksi antarmolekul, seperti interaksi molekul DNA, RNA, dan protein dalam sintesa protein, dan pengaturannya dikaji dalam biologi molekuler. Masalah yang terjadi, misalnya kebutuhan tanaman dengan kualitas tertentu contohnya padi tahan hama, kebutuhan tanaman dengan jumlah banyak dalam waktu yang cepat, kebutuhan obat untuk penyakit tertentu, dan lain-lainnya merupakan masalah yang bisa terjadi dalam tingkat molekul ini. Sel adalah unit struktural dan fungsional terkecil penyusun Mahluk Hidup. Pada tingkat sel, struktur dan fungsi komponen sel serta proses yang terjadi pada sel merupakan objek kajian biologi. Ilmu yang mengkaji sel adalah sitologi. Sel dimiliki oleh seluruh organisme. Sebagian organisme seperti bakteri terdiri atas satu sel, namun kebanyakan organisme merupakan kumpulan dari banyak sel yang terspesialisasi. Masalah-masalah seperti penyakit kanker dan pengembangan makanan serta minuman hasil fermentasi dapat dikaji di tingkat sel. Contoh objek biologi pada tingkat sel yaitu sel pada organisme bersel satu uniseluler seperti pada gambar berikut. Jaringan dalam disiplin ilmu biologi berarti kumpulan dari sel-sel yang mempunyai bentuk serta fungsi yang sama antara satu dengan yang lainnya. Jaringan-jaringan yang berbeda satu dengan yang lainnya dapat saling melakukan kerjasama guna menciptkaan fungsi fisiologis sehingga menggerakkan dan membentuk sebuah organ. Jaringan adalah sel yang terspesialisasi pada organisme multisel. Jaringan juga merupakan sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Struktur dan fungsi berbagai jenis jaringan merupakan objek kajian pada tingkat jaring, Ilmu yang mempelajari jaringan adalah histologi. Masalah-masalah yang dapat dikaji pada tingkat jaringan antara lain diagnosis dan penanggulangan berbagai penyakit pada tanaman, manusia, maupun hewan. Contoh objek biologi pada tingkat jaringan yaitu jaringan epitel silinder selapis seperti pada gambar berikut. Pengertian Organ & Sistem Organ Organ dalam biologi, adalah kumpulan jaringan yang bergabung dalam unit struktural untuk melakukan fungsi bersama yang khusus dalam tubuh. Berbagai jaringan berbeda yang menjalankan fungsi tertentu membentuk organ. Contoh organ pada manusia yaitu otak, jantung, paru-paru, dan ginjal. Sistem organ dalam biologi adalah kelompok organ yang bekerja sama untuk melakukan satu atau lebih fungsi. Setiap organ merupakan bagian dari suatu sistem dengan fungsi tertentu yang disebut sistem organ. Otak adalah bagian dari sistem saraf yang memiliki fungsi koordinasi. Jantung adalah bagian dari sistem sirkulasi untuk mengedarkan darah. Struktur anatomi dan fungsi fisiologi berbagai jenis organ dan sistem organ pada berbagai organisme multisel merupakan objek kajian pada tingkat ini. Berbagai penyakit yang menyerang organ tubuh manusia dan pengobatannya seperti penyakit TBC yang menyerang paru-paru dan hepatitis yang menyerang hati dapat dikaji pada tingkat ini. Berbagai sistem organ yang bekerja bersama-sama melakukan kegiatan kehidupan membentuk individu. Individu ini adalah unit kehidupan. Pada tingkat individu, perkembangan individu merupakan objek kajian ilmu biologi perkembangan. Kelainan dalam perkembangan embrio adalah contoh masalah pada tingkat ini. Populasi terbentuk dari sekumpulan organisme atau individu dari suatu spesies tertentu yang hidup dalam suatu wilayah geografi. Pola penyebaran spesies dan proses penyebabnya merupakan objek kajian biogeografi. Distribusi dan perubahan frekuensi alel dikaji dalam genetika populasi. Kepadatan penduduk dan kelangkaan spesies tertentu seperti bungan raflesia merupakan contoh dari masalah pada tingkat ini. Contoh dari populasi adalah Banteng di Ujung Kulon atau harimau sumatera di Pulau Sumatera seperti pada gambar berikut ini. Populasi dari berbagai jenis organisme berinteraksi pada suatu tempat tertentu membentuk komunitas. Dalam komunitas, semua organisme merupakan bagian dari komunitas dan antara komponennya saling berhubungan melalui keragaman interaksinya. Contoh komunitas adalah populasi ikan, populasi ganggang dan populasi hewan di sekitarnya membentuk komunitas terumbu karang seperti gambar berikut. Organisme memiliki hubungan timbal balik dengan lingkungannya sehingga membentuk suatu sistem disebut ekosistem. Contoh dari ekosistem adalah ekosistem danau, sungai, laut, pantai berpasir, dan hutan. Interaksi antar-organisme dan interaksi organisme dengan alam sekitarnya merupakan objek kajian dalam tingkat ekosistem terutama dalam bidang ekologi. Pengaruh zat kimia terhadap organisme dikaji dalam toksikologi. Kehidupan di perairan darat dikaji dalam limnologi. Kehidupan di laut dikaji dalam biologi laut. Masalah khusus yang perlu dikaji pada tingkat ekosistem ini adalah pengaruh pencemaran terhadap organisme dan karakteristik ekosistem yang tercemar. Bioma adalah sekelompok hewan dan tumbuhan yang tinggal di suatu lokasi geografis tertentu. Objek kajian pada tingkat ini adalah kehidupan di lokasi geografis tertentu, seperti wilayah hutan tropis, padang rumput, dan padang merupakan ekosistem-ekosistem yang terbentuk karena perbedaan letak geografis dan astronomis. Pada dasarnya, bioma terdiri dari produsen, konsumen, dan pengurai dekomposer yang di dalamnya terjadi siklus yang diawali dari tumbuhan. Nah sobat itulah urutan tingkat struktur yang merupakan salah satu objek biologi. Semoga postingan ini dapat bermanfaat bagi kamu semua dalam mengerjakan tugas. Cukup sekian artikel kali ini, wassalamu’alaikum and Be Prepared!

bagaimana objek kajian yang ada pada tingkat bioma